Berbicara tentang nilaibnilai puasa dalam kehidupan sehari-hari, merupakan hal yang penting, karena puasa selalu berulang dalam hidup kita. Misal usia kita saat ini 50 tahun, minimal ada 40 kali kita melaksanakan puasa selama hidup. Puasa yang kita lakukan tujuannya tidak lain adalah menambah ketakwaan. Tapi kondisi saat ini, banyak dari kita yang tidak ada pertambahan ketakwaan dalam diri, padahal sudah berpuluh-puluh kali kita berpuasa.
Kondisi kaum muslim saat ini, keadaan ketakwaannya tidak pernah bergeser. Apakah ayat Al Quran yang mewajibkan kuta untuk berpuasa tidak lagi relevan untuk saat ini? Sbg seorang yang beriman, kita pastinya yakin Al Quran tetap relevan sepanjang masa.
Ada 3 kondisi berpuasa yang dapat mengasah dan melatih kita untuk menjadi individu bertakwa, yaitu:
1. Puasa, menahan lapar dan haus. Ini mejadikan orangg yang berpuasa saat melihat makanan dan minuman pasti sangat melezatkan. Sehingga saat berbuka, kita sering dihadapi dengan ambisi, kebutuhan, dan keinginan yang sering berlebihan. Padahal kata nabi, "tidak ada kantung yang lebih buruk dibanding perutmu sendiri."
Senarnya, kita dianjuran memakan makanan cukup beberapa suap yang itu dapat membantu menegakkan tulang rusuknya. Maka, dengan berpuasa kita mengendalikan ambisi terhadap makanan. Begitu juga melatih nafsu atau ambisi untuk memiliki harta dunia.
Begitu juga dlam menjalankan kehidupan, puasa membantu kita dalam melatih, menjaga, dan mengendalikan ucapan dan perbuatan kita. Agar dari seluruh ucapan dan perbuatan itu mendapat ridho dari Allah SWT.
2. Kita dilatih untuk mengedepankan Allah dan Rasul Nya (sami'na wa atho' na). Dengan puasa kita dilatih untuk menjaga diri dari terbit fajar sampai terbenam matahari. Misal, ketika sedang sahur mendengar suara azan subuh, makannya langsung dihentikan. Begitu juga saat berbuka, begitu mendengar suara azan maghrib kita langsung berbuka walau hanya dengan seteguk air. Melatih kita untuk bersegera dalam menaati perintah Allah untuk menahan diri dari makan dan minum, serta bersegera membatalkan puasa karena Allah dan RasulNya.
Allah SWT yang mewajibkan untuk berpuasa di bulan Ramadhan, Allah juga yang mewajibkan untuk makan di 1 Syawal. Tidak sepatutnya bagi orang yang beriman, mereka memilih ketetapan lain selain ketetapan Allah & Rasul Nya. Orang-orang yang mengedepankan ketaatan kepada Allah dan Rasul nya, dibanding logika maupun hawa nafsu, adalah sebaik-baik dan semulia-mulainya makhluk.
3. Puasa melatih kita untuk beribadah karena Allah. Inna sholati, wa nusuki, wa mahyaya,... lillahi rabbil alamin. Saat sedang puasa begitu haus dan lapar, tapi tidak sedikit pun berani makan minum walau di tempat yang tersembunyi. Begitu juga berjihad, tujuannya hanya untuk li 'ilai kalimatillah. Untuk meninggikan kalimat Allah.
~Wallahu'alam bi shawab
Tidak ada komentar:
Posting Komentar