Kultum dari Ustadzah Arifa
Materi ini sebagian dari yang saya dapatkan saat mabid kemarin. Teman yang jadi panitia mabid membuat kejutan dengan mencabut nomor secara acak dan meminta yang nomornya terpilih untuk memberikan tausiyah atau kuliah 7 menit.
Teman-teman yang diberikan nomor adalah adik-adik yang baru mengkaji Islam. Hmm, kemudian saya jadi tau maksud dan tujuan mengacak nomor ini, adalah supaya adik-adik yang baru mengkaji Islam mendapat kesempatan untuk belajar menyampaikan dakwah.
Dan yang mendapat kesempatan menyampaikan kultum setelah sholat tarawih adalah Ustadzah Arifa, beliau mahasiswi jurusan Biologi Fakultas MIPA UI ๐
Beliau menyampaikan sebuah kisah dari buku Al Hikam. Ada seorang ahli ibadah yang berdoa kepada Allah agar setiap harinya beliau diberikan dua potong roti agar memudahkan beliau melaksanakan aktivitas ibadah yaumiyah. Sebuah permintaan yang sangat sederhana, tidak meminta suatu hal yang berlebihan kepada Allah, apalagi permintaan yang aneh-aneh.
Allah SWT kemudian mengabulkan permintaan beliau, namun dengan jalan yang sangat tidak disangka. Karena satu dan lain hal, sang ahli ibadah harus mendekam di penjara, namun di sana beliau selalu mendapatkan dua potong roti setiap hari. Ternyata, sang ahli ibadah tidak siap ketika Allah SWT mengabulkan doanya untuk mendapatkan dua potong roti dengan memasukkannya terlebih dahulu ke dalam penjara.
Hikmah yang bisa kita petik dari kisah ini adalah, berdoalah kita sesuai dengan bagaimana cara nabi berdoa, memanjatkan doa juga seperti bagaimana nabiyullah memohon doa kepada Allah. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah kita harus sadar dengan permintaan yang kita panjatkan sehingga diri kita juga siap dengan konsekwensi dari terkabulkannya doa dikemudian hari.
Maka dari itu, doa yang baik adalah doa yang diistilahkan dengan jawamiโ ad-dua (doa yang kalimatnya padat namun luas maknanya). Aisyah radhiyallahu โanha mengatakan:
ููุงูู ุฑูุณูููู ุงูููููู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู ู ููุณูุชูุญูุจูู ุงููุฌูููุงู ูุนู ู ููู ุงูุฏููุนูุงุกูุ ููููุฏูุนู ู ูุง ุณูููู ุฐููููู
โRasulullah shallallahu โalaihi wa sallammenyukai jawamiโ ad-dua (doa yang kalimatnya padat namun luas maknanya). Dan beliau tinggalkan yang lainnya. (HR. Ahmad, Abu Daud, dan dishahihkan al-Albani).
Di antaranya adalah doa sapu jagad. Sahabat Anas bin Malik radhiyallahu โanhu mengatakan,
ููุงูู ุฃูููุซูุฑู ุฏูุนูููุฉู ููุฏูุนูู ุจูููุง ุฑูุณูููู ุตููููู ุนููููููู ููุณููููู ู: ุงููููููู ูู ุฑูุจููููุง ุขุชูููุง ููู ุงูุฏููููููุง ุญูุณูููุฉูุ ููููู ุงููุขุฎูุฑูุฉู ุญูุณูููุฉูุ ููููููุง ุนูุฐูุงุจู ุงููููุงุฑู
โDoa yang paling sering dipanjatkan Nabishallallahu โalaihi wa sallam: ALLAHUMMA RABBANAA AATINAA FID-DUNYAA HASANAH WA FIL AAKHIRATI HASANAH WA QINAA ADZAABAN NAARโ (HR. Bukhari dan Muslim).
Dengan doa ini, menunjukkan kita pasrah kepada Allah, agar memberikan hal terbaik untuk kehidupan kita di dunia dan akirat.
Alhamdulillah, sampai jumpa di postingan berikutnya.. ๐๐๐๐๐๐
Tidak ada komentar:
Posting Komentar