Sekilas isi ceramah disela waktu tarawih dan witir, ustad menjelaskan bagaimana Islam membangun rasa empati dan solidaritas bagi sesama muslim di bulan puasa.
Beliau menjelaskan bahwa Rasulullah bersabda, "Barang siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka Allah akan membalas kebaikannya setara dengan memerdekakan satu orang budak, dan mengampuni dosa-dosanya (maghfirah)."
Seketika kemudian sahabat berkata, ".. tidak semua dari kami mampu memberi makan orang berbuka dengan 1 kali makan ya Rasulullah, lalu kami harus bagaimana?"
Lalu Rasulullah menjawab, bahwa Allah tetap akan membalasnya walau hanya dengan memberi sekecap susu dan sebutir kurma. Allah akan membalas dengan memberi ia minuman air dari telaga surga, serta mengampuni dosa-dosanya.
Amalan yang sedikit dan sederhana ini mendapat balasan yang sangat besar dari Allah. Alangkah indahnya bila kita mengupayakan memberi makanan berbuka di bulan yang mulia ini.
➖➖➖➖➖
Malam ke-5 Ramadhan, saya berangkat sholat tarawih hanya ditemani seorang ponakan. Biasanya ada satu lagi adiknya yang ikut tarawih bersama. Sepertinya, siang sebelumnya mereka sangat asyik bermain dan jalan-jalan bareng temannya ke Margo City, Depok. Jadinya tidak meluangkan waktu untuk istirahat siang.
Gini deh jadinya, sekuat tenaga Munifah menahan kantuk, tapi dia hanya mampu menyelesaikan tarawih tanpa mendengar ceramah dan sholat witir. Iffah menyerah dan tertidur di samping saya. Bagaimana dengan Majidah adiknya? Setelah berbuka puasa, Jidah sudah terlelap dengan mimpi indahnya.
Bismillah, semoga tarawih besok bisa lebih baik lagi ya, amiiinnn...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar