Bangsa yang besar adalah bangsa yang
menyadari pentingnya melahirkan generasi berkualitas. Generasi berkualitas yang
ideal adalah generasi yang melahirkan barisan pemimpin bangsa yang tidak hanya
memiliki keahlian, melainkan juga memiliki kepribadian istimewa yang
ditunjukkan oleh integritasnya pada nilai-nilai kebenaran. Jika kita menilik
kondisi generasi yang ada di Indonesia, maka nampaknya masih jauh dari gambaran
generasi berkualitas. Pada level akar rumput kita dapati banyak terjadi konflik
horisontal baik yang dilakukan pelajar bahkan mahasiswa, serta pudarnya
pergerakan mahasiswa yang kritis, cerdas, dan pro rakyat. Sementara di tingkat
elit, fenomena munculnya pemimpin-pemimpin muda tanpa integritas pada pentas
politik adalah problem serius. Walhasil, di negeri ini sangat langka mendapati
sosok pemimpin berintegritas yang bisa melindungi rakyat.
Kualitas generasi suatu bangsa tentu
sangat ditentukan oleh bagaimana sistem pendidikan yang diselenggarakan negara
terhadap rakyatnya. Sementara itu, sistem politik dan sistem ekonomi memiliki
pengaruh signifikan terhadap visi dan paradigma negara dalam mendesain sistem
pendidikannya. Sistem politik dan sistem ekonomi pragmatis akan berpengaruh
signifikan dalam membentuk sistem pendidikan yang juga pragmatis. Kiranya
itulah yang saat ini terjadi dalam sistem pendidikan di Indonesia. Bagaimana
sesungguhnya sistem pendidikan pragmatis menjadi faktor yang signifikan dalam
merusak kualitas generasi? Bagaimana pula sistem pendidikan Islam membangun
generasi berkualitas yang mampu membangun peradaban yang tinggi? Temukan
jawabannya dalam
CATATAN INTELEKTUAL MUSLIMAH
UNTUK BANGSA :
SISTEM PENDIDIKAN PRAGMATIS
SEBAGAI FAKTOR PENDORONG
ESENSIAL
BAGI RUSAKNYA KUALITAS GENERASI,
Jumat, 16 Desember 2011, pukul
09.00-13.00
@ Wisma Antara Jakarta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar