Selasa, 19 November 2013

Kumpulan Materi Presentasi Felix Siauw




Suara Pembebasan. Felix Siauw Adalah seorang Islamic Inspirator. Program-programnya disusun sedemikian rupa sehingga membangkitkan nilai-nilai ilahiah di dalam diri setiap individu sehingga mampu dan mau menjalani hidup dan beraktivitas di dalamnya dengan mulia. Al Qur’an dan as Sunnah selalu menjadi landasannya dalam menginspirasi aktivitasnya maupun merubah performa setiap individu yang mengikuti program-programnya. [GP]

Materi Felix Siauw (Islamic Inspirator) ;
1. Materi Basic Islamic Leadership Training (BILT) 
    a. Materi B-ILT
    b. Life Is Choice

2. Materi Training Spiritual Performance Boosting (SPB)

3. Materi Bagaimana Khilafah Diruntuhkan
    a. Presentasi Materi
    e. Film 4 (Balfour)

4. Materi Khusus Presentasi Palestina: Akar Masalah dan Solusi
    g. Doa Aku mp3-5.7 MB
    h. Font-482 KB

5. Materi Kajian Tematik
    c. Jihad dalam Islam
    k. Fatwa Golput Haram
    o. Asy-Syaithan
    q. Bendera Rasulullah
    s. Islam in China
    u. Tarhib Ramadhan
    v. Islamic Unity

 6. Kajian Materi Holistik Revolusioner
    a. Clothing in Islam

Jumat, 20 September 2013

Entri Draft

Udah lama banget ga ngeblog, ga sengaja lihat beberapa entri di draft..
eh.. ini tuh foto ke berapa bulan Ramadhan ya..? Hemm...
sayang juga kalau ga di upload. Yasudah, mari kita nikmati foto-fotonya ;-)

Naik kereta ke Gerai Simpati, Jakpus. Sepi banget.. lowong dan lengang :D

Suasana Penyambutan atau Daftar Ulang Maba UI tahun 2013 hari pertama di parkiran Balairung UI Depok

Aha, ini dia intektual punya acara.. Kajian Ramadhan bareng-bareng dosen beberapa kampus Ibu Kota di kantor DPP HTI, Tebet-Jaksel.

Wah.. momen Jalasa Muna bulan Ramadhan nih... yang hadir masih dikit :)

Usai JM pesertanya pun makin bertambah.. apalagi ada sesi bukbernya nih.. xixixi :D

Menu buka puasa buatan saya.. puding tahu susu ^^. tapi ga pakai tahu sama sekali lho... xixixi :D

Mari makaaaannn... :-P

Tetep narsis selagi makan :D

Kalau ini kajian Ashar khusus Muslimah di Selasar Selatan Masjid UI lantai 1. Sambil menanti waktu berbuka, yuk kita kajian dulu.. ;-)



Demikian reportase telatnya...
maafkan aku bila tidak lengkap dan sempurna..
Sip sip..
bye bye semua.. ^_^v 

Awsome :-D

1. Awsome Hanger :-)

2. Melted Choco ^_^

 3. Beauty Vasses

4. Papper Roll Collage

5. Photo Clock

6. Easy Way to Cut :D

7. Tin Can Lamp

8. Dvd and Marbels

9. Modern Wreath

10. String Map


Just do it your self ;-D

Rabu, 24 Juli 2013

15 Ramadhan 1434 H

Maafkan aku.. Postingan ini loncat deh ke tanggal 15 Ramadhan..
rasanya ga enak juga ya harus mengingat-ingat apa yang sudah kita lakukan berhari-hari lalu, bila tidak langsung menuliskannya. ya.. pastinya hal ini tidak akan berat bila sudah rutin dilakukan setiap hari. Sama seperti postingan berikut ini.. artikel yang sudah lama sekali, namun begitu berkesan isinya..

 
Fatma 
Sesungguhnya, hisab pd hr kiamat akn terasa ringan bg org2 yg t'biasa/selalu m'hisab diri ktika di dunia (Al Hadis).
 
Fatma 
bertambahnya amal shalih, dosa2 berkurang krn makin jarang melakukan maksiat, semangat ibadah smakin bergelora, …
Fatma 
pengorbanan di jalan Allah makin besar, akhlak makin terpuji, makin ikhlas, tawadhu, wara', smakin menjaga tiap amanah, …
Fatma 
semakin bertaqarrub (dekat) dengan Allah.
Fatma 
Bila kita tdk bermuhasabah, bisa jadi merasa tdk ada kurang dlm diri, merasa diri baik2 saja, padahal …
Fatma 
boleh jadi iman makin rapuh, ketakwaan makin terkikis, shalat tdk lg khusyu', amal shalih sdh jauh b'kurang, …
Fatma 
dosa2 makin b'tambah, semangat dakwah hampir2 padam, pengorbanan di jalan Allah makin menipis, akhlak makin jauh dr Islam, …
Fatma 
mulai makin sering muncul ketidak ikhlasan, ketidakwadhuan, ketidak-wara-an, ketidakamanahan, …
Fatma 
makin jauh dari Allah -_-
Fatma 
Maka, sudahkah kt merasa bersalah dan berdosa, ketika …
Fatma 
lalai dan tidak khusyu' dlm shalat? jarang mengkaji Islam? melalaikan banyak amanah dakwah?
Fatma 
sering melihat hal-hal haram? mendengar hal-hal yang sia-sia? melakukan hal-hal subhat?
Fatma 
merasa bersalah saat jarang shalat malam? saat subuh sering terlambat? saat tidak lg mampu shalat sunnah?
Fatma 
merasa bersalah saat tak lg mampu puasa sunah? saat jarang membaca Al Qur'an? saat tak lg mampu menangis ktika berdo'a? :-(
Fatma 
coz muhasabah setahun sekali, tak mungkin bisa deteksi seluruh dosa stp hari/stp waktu...
Fatma 
Astaghfirullah... -_-
 

Kamis, 18 Juli 2013

8 Ramadhan 1434 H

Pernah ga sih, kalian merasa berguna buat orang lain? Kira-kira saat apa ya rasa itu muncul? Biasanya sih rasa itu akan muncul secara alami saat kita bisa kasi bantuan untuk orang lain, begitulah fitrahnya manusia.

Namun terkadang kita ga punya sesuatu yang bernilai atau berharga untuk dibagi dan diberi. Ternyata, memberikan sedikit keluangan waktu untuk mendengar curhat seorang teman, serta memberikan sedikit saran dan pendapat juga bisa jadi salah satu bentuk bantuan lho, teman :-)

Seperti apa yang aku alami hari itu. Awalnya kita hanya ngobrol-ngobrol biasa aja di kosan. Lama-kelamaan jadi obrolan serius ke arah Islam. Aku juga ga nyangka bahagianya reaksi dari temanku itu setelah menerima saran-saran pemecahan masalahnya dari ku.

Rasanya itu indah saat aku yang tidak punya adik kandung, namun bisa kasi saran kepada teman yang kebetulan anak tertua dan memiliki beberapa orang adik. Saran bagaimana idealnya seorang kakak mendidik adik-adiknya agar mau mengkaji Islam dan bertanggung jawab di keluarganya, terutama untuk menjadi dewasa dan menghormati orang tua. Pelajaran PPKN banget ya.. hahaha.. tapi ini tuh beda sob ;-).

Sudah sekian kali, kembali malam itu aku buktikan apa yang sering ku dengar dan sampaikan. Bahwa "apa yang menurut kita ringan, belum tentu ringan dihadapan orang lain. Dan apa yang menurut kita berat, belum tentu berat pula di hadapan orang lain." So, keep move on.. ^_^

7 Ramadhan 1434 H

Wah.. akibat menunda sedikit menulis Blog, tak terasa ini sudah masuk Ramadhan yang ke sembilan.. Okelah, tak apa-apa.. tinggal flash back sedikit, apa saja ya yang aku lalui saat 7 Ramadhan.. :-)

***
Oh iya, barusan aku lihat FB ku di Fatmah Ramadhani Ginting.. aku baru ingat, waktu hari selasa itu lagi berkesan banget baca tulisannya ustadz Arief B. Iskandar. Let's check it out :-)

#Doa

Suatu ketika, dalam Perang Badar, Rasulullah saw. pernah meminta pertolongan kepada Allah Swt. dan berdoa kepada-Nya begitu lama, begitu khusyuk dan sungguh-sungguh hingga baju luar Beliau jatuh. Lalu Abu Bakar ra. berkata kepada Beliau, “Wahai Rasulullah, sudah cukup doamu kepada Tuhanmu. Sungguh, Dia akan menunaikan apa yang telah Dia janjikan kepadamu.” (HR Muslim, at-Tirmidzi dan Ahmad).

Abu Bakar benar. Allah Swt. kemudian memberikan kemenangan kepada Rasulullah saw. dan kaum Muslim dalam Perang Badar atas orang-orang kafir.

Ketika hijrah, Rasulullah saw. melepaskan ‘panah’ doa kepada Suraqah. Tiba-tiba, kuda Suraqah terperosok ke tanah setiap kali terkena ‘panah’ doa Rasulullah saw. Suraqah baru berhenti dari kesalahannya setelah berjanji kepada Rasulullah saw. dan Abu Bakar ra. bahwa ia akan membiarkan keduanya meneruskan perjalanan (HR al-Bukhari, Muslim dan Ahmad).

Dengan doa pula, Nabi Nuh as. beserta kaum Mukmin diselamatkan oleh Allah Swt., sementara orang-orang kafir ditenggelamkan (QS al-Qamar [54]: 10-14); Nabi Yunus as. diselamatkan oleh Allah dari perut ikan paus (QS al-Anbiya’ [21]: 87-88); Nabi Ayyub as. diangkat musibahnya oleh Allah (QS al-Anbiya’ [21]: 83-84); Nabi Musa as. diselamatkan oleh Allah dari kejaran Fir’aun dan pasukannya (QS al-Qashash [28]: 21).

Contoh-contoh semisal ini sangat banyak. Karena itu, doa tidak bisa dianggap sepele. Para nabi dan rasul, termasuk Baginda Rasulullah saw. sendiri biasa berdoa, bahkan dengan kadar yang sangat luar biasa. Sebab, selain merupakan bentuk ibadah kepada Allah, doa juga merupakan faktor penting bagi datangnya kebaikan, hilangnya keburukan, turunnya rahmat, sirnanya penderitaan dan tercapainya kemenangan.

Karena itu, setiap aktivis Islam hendaknya terbiasa memanjatkan doa dan memohon kemenangan kepada Allah Swt. demi kejayaan Islam dan kemuliaan kaum Muslim. Jika ia ingin mengajak seseorang untuk berkomitmen dengan Islam, hendaknya ia berdoa kepada Allah agar memberinya hidayah melalui perantara dirinya. Jika ia telah membuat suatu rencana dakwah, hendaklah ia memperbanyak berdoa kepada Allah agar rencana dakwahnya sukses dan penuh berkah.

Sungguh aneh kalau ada aktivis Islam yang jarang berdoa untuk kemuliaan Islam dan kemenangan dakwahnya. Sama anehnya jika ia tidak pernah mendoakan kedua orangtuanya, saudara-saudaranya, para sahabatnya dan kaum Muslim secara umum.
Yang juga aneh, ada aktivis Islam yang tidak pernah sekalipun mendoakan atau memintakan ampunan untuk amir atau qiyâdah-nya, guru atau ustadznya—yang selama ini mengajarinya ilmu-ilmu agama dan membinanya—baik saat mereka hidup maupun setelah mereka meninggal dunia.

Padahal, lihatlah Imam Ahmad, yang selalu mendoakan Imam Syafii, gurunya, setiap usai shalat. Suatu ketika ia berkata kepada putra Imam Syafii, “Ayahmu adalah salah seorang dari enam orang yang selalu aku doakan setiap usai shalat.”

Setiap aktivis Islam hendaknya mengingat di dalam doanya siapa saja yang pernah berkontribusi besar untuk Islam; misalnya mereka yang pertama kali berdakwah ke jalan Allah di daerahnya, kampusnya atau negaranya. Dulu Kaab bin Malik ra. sering mendoakan Saad bin Zurarah ra. dan memintakan ampunan kepada Allah Swt. untuknya setiap kali mendengar azan shalat Jumat. Putra Kaab bin Malik sampai bertanya, “Ayah, mengapa setiap kali mendengar azan shalat Jumat, Ayah mendoakan Saad bin Zurarah?” Kaab bin Malik berkata, “Anakku, Saad bin Zurarah adalah orang yang pertama kali menyelenggarakan shalat Jumat di Madinah.” (HR Abu Dawud, Ibnu Majah dan al-Hakim).

Setiap aktivis Islam sejatinya membiasakan diri mendoakan pendiri sekaligus perintis gerakan dakwahnya; para pendahulunya dalam jamaah dakwahnya yang telah meninggal dunia; amir dan qiyâdah-nya; para pengurus, musyrif dan para dâris-nya; juga mendoakan seluruh aktivis Islam yang berjuang untuk menolong Islam dan kaum Muslim.

Aktivis Islam juga hendaknya rutin mendoakan para tawanan Muslim di seluruh dunia. Mereka lebih berhak didoakan. Sebab, mereka banyak yang menderita dan mengalami berbagai macam kesulitan yang tiada henti; mereka berada di tangan musuh yang dapat berbuat apa saja terhadap mereka.

Rasulullah saw. pernah melakukan doa qunut selama sebulan penuh ‘hanya’ untuk mendoakan tiga tawanan Muslim di Makkah. Ketika itu orang-orang musyrik menyiksa mereka dan merayu mereka untuk murtad dari Islam. (HR al-Bukhari, Muslim dan Nasa’i).

Setiap aktivis Islam juga hendaknya biasa mendoakan keburukan atas musuh-musuh Islam dan kaum Muslim yang memerangi Islam serta menghalang-halangi manusia dari jalan Allah. Mereka juga harus mendoakan keburukan atas gembong-gembong kafir, tokoh-tokoh sekular dan kroni-kroni mereka; sebagaimana dulu dilakukan oleh Rasulullah saw. Beliau melakukan doa qunut sebulan penuh guna mendoakan keburukan atas Ri’il, Dzakwan dan Ushaiyyah yang membunuh para Sahabat Beliau di Sumur Ma’unah (HR al-Bukhari, Muslim, Abu Dawud, an-Nasa’i dan Ahmad). Beliau juga mendoakan keburukan atas Kisra Raja Persia, yang merobek-robek surat Beliau. Beliau berdoa kepada Allah agar merobek-robek Kerajaan Kisra hingga hancur (HR al-Bukhari dan Ahmad).

Setiap aktivis Islam juga hendaknya tidak lupa mendoakan orang-orang awam kaum Muslim agar mereka mendapat hidayah dan taufik serta kembali pada kebenaran dan jalan lurus; lebih khusus lagi mendoakan generasi muda kaum Muslim. Hal ini penting dilakukan demi meniru Rasulullah saw. yang berdoa, “Ya Allah, ampunilah kaumku, karena sesungguhnya mereka tidak tahu.” (HR al-Bukhari, Ibnu Majah dan Ahmad).

Semua itu Beliau lakukan demi semakin banyaknya manusia yang mendapatkan hidayah dan taufik hingga mereka masuk Islam, sekaligus menjadi pendukung dakwahnya, agar agama Allah ini cepat menyebar; hukum-hukum-Nya segera tegak; dan ‘izzah al-Islâm wa al-Muslimîn segera terwujud.

Semoga kita pun terbiasa memanjatkan doa sebagaimana doa-doa yang biasa Rasulullah saw. panjatkan. Wa mâ tawfîqî illâ billâh. [Arief B. Iskandar]