Tampilkan postingan dengan label BBM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BBM. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 April 2012

Kisah di balik Aksi BBM

Saya mau sharing sedikit di balik kisah kita waktu lagi sibuk bolak-balik aksi menolak kenaikan harga BBM kemarin di bulan maret. Ya, selain merupakan kebijakan dzholim, sudah sepantasnya kita menolak kenaikan ini. BBM itu harta ummat, jadi ga pantes kalo pemerintah pakai ngejual harta milik ummat dengan harga tinggi. 
Ga logis dong, masa harta milik kita tapi kita harus beli dengan harga yang mahal? Seharusnya karena itu adalah harta ummat, berarti rakyat bisa menikmatinya dengan gratis, minimal dengan harga yang murah. Apa hanya karena biaya eksploitasi minyak sampai distribusi bahan bakar ecaran memerlukan biaya yang “mahal”? Mahal? Benarkah? 
Setau saya istilah subsidi BBM perlu diteliti kembali kebenarannya, mengapa? Karena pada faktanya tidak ada subsidi BBM. Pemerintah mengambil minyak bumi milik rakyat secara gratis dengan biaya hanya 10 US$/barel. Namun, karena pemerintah hanya bisa menjual seharga 77 US$/barel, mereka merasa rugi jika minyak Internasional harganya lebih mahal lagi. Padahal pemerintah sudah dapat untung 67 US$/barel atau untung Rp 165,8 triliun per tahun (sumber: laporan keuangan pertamina 2005).
Jadi kita kita harus menolak setiap bentuk kedzholiman terhadap ummat. BBM salah satunya. Tidak mudah memang, butuh kekuatan dan keberanian mengatakan yang haq (kebenaran) kepada penguasa. Termasuk beberapa kisah teman-teman yang ingin ikut aksi menolak kenaikan harga BBM berikut, silahkan menyimak... :)
*********
Di kampus, awal bulan maret lalu saat kita berkunjung ke beberapa lembaga (BEM, Lembaga Dakwah, atau Majelis Mahasiswa) dan berdiskusi tentang : kurang terdengarnya suara para aktivis kampus terhadap isu-isu yang sedang hangat, apalagi aksi turun jalan yang sudah sangat jarang terlihat.
Ternyata memang ada pengalihan gerakan aksi mahasiswa (seperti turun ke jalan) untuk mengkritik pemerintah menjadi kegiatan penelitian dan pengkajian kebijakan pemerintah dengan membuat acara semisal seminar, talkshow, dst. Bahkan hal ini sudah digariskan dalam program kerja teman-teman aktivis kampus untuk meminimalisir aksi turun jalan/demonstrasi. 
Yah, kalau kegiatan pengganti seperti seminar dan talkshow untuk mengkritik dan mengkaji kinerja pemerintah tersebut dihadiri langsung oleh penguasa yang terkait, tentu kegiatan ini bisa memberi kontribusi. Namun, tidak jarang malah dalam kegiatan-kegiatan tersebut pemerintah terkait tidak hadir, minimal untuk mempertanggungjawabkan kebijakannya. Maka aksi turun jalan tetap penting dong..? tapi, sepertinya mental mahasiswa saat ini juga turut mempengaruhi. Banyak dari aktivis lembaga kampus yang menganggap tidak penting lagi aksi atau demonstrasi, padahal mahasiswa juga bisa melakukan aksi dengan damai dan cerdas untuk mengkritik penguasa.
Nah, salah satu lembaga kampus yang saya kunjungi di fakultas yang ada di UI curhat colongan (curcol) pada kita kalau mereka juga galau dengan kondisi ini. Ternyata dari diri mereka sendiri tidak setuju dengan perubahan orientasi pergerakan kampus saat ini. Banyak aktivis sudah kehilangan idealismenya, ikut lembaga hanya untuk mendapatkan pengalaman organisasi atau ngumpulin CV buat nanti ngelamar kerja. Belum lagi tipe-tipe yang lebih memilih study oriented dari pada sibuk ikut organisasi yang malah membuat telat menyelesaikan kuliah, duh...mau dibawa kemana negeri ini kalau agen-agen perubahannya seperti ini?
Menanggapi curcol tersebut, saya sampaikan kepada mereka bahwa hal ini tidak lain disebabkan oleh sistem pendidikan pragmatis-kapitalistik. Biaya kuliah yang semakin lama semakin murah mahal, membuat teman-teman berfikir bagaimana caranya bisa menyelesaikan studi tepat waktu, ditambah lagi mereka juga dibebani kurikulum kuliah yang padat sehingga disibukkan dengan tugas yang menumpuk. Walhasil, berorganisasi pun seadanya saja, kalau bisa tidak perlu yang terlalu menyita waktu dan perhatian.
Padahal dulu, mahasiswa itu adalah sebenar-benarnya agen perubahan (Agent of Change). Kita bisa melihat bagaimana mahasiswa mampu mengganti rezim orde baru yang sudah berkuasa puluhan tahun.
Akhirnya, saya ajak mereka untuk mengikuti aksi akbar yang akan kita lakukan pada tanggal 29 maret untuk menolak kenaikan harga BBM. Terlihat mereka semangat ingin ikut, tapi beberapa saat kemudian mereka berkata: “...maaf kak, kita lagi UTS.” #spechless... Baiklah adik-adik ku, semoga UTS mu sukses ya..
*********
Ada lagi kisah dari adik kelas yang tergolong baru mengenal Islam, sebab selama ini yang diketahuinya tidak lebih Islam itu hanya perkara sholat, puasa, atau ibadah saja. Tapi subhanallah, patut dicontoh semangatnya. Pertama-tama dia bertanya :
Adik: “kak, ngapain sih kita harus ngadain aksi? Emang pemerintah mau dengarin kita apa kak?”
Saya: “Ya walaupun mereka ga mau dengarin kita dan tidak membatalkan kebijakan menaikkan harga BBM, kan kita tetap wajib mengoreksi mereka supaya menjalankan pemerintahan sesuai Islam. Pasti akan berbeda dong di hadapan Allah antara orang yang berjuang mengoreksi penguasa dengan orang yang tidak melakukan apa-apa :)”
Adik: “Aduh kak, tapi aku ada kuliah..”
Saya: “Bilang aja ke dosennya, minta izin mau aksi tolak kenaikan harga BBM. Kalau dosennya baik, insya Allah dikasi izin. Wajarkan mahasiswa itu menolak kenaikan BBM :)”
Adik: “Yah, berarti nanti aku ga bisa ikut ujian dong kalau banyak absen kuliah”
Saya: “Lho, memang kamu dalam mata kuliah ini udah sering bolos ya?”
Adik: “Belum pernah sih kak..”
Saya: “Ya udah, dimanfaatin aja jatah absennya untuk kegiatan yang bermanfaat. Kalau memang ternyata ada kuis atau ujian, nanti bisa ngobrol baik-baik dengan dosennya minta susulan.. Gimana? :)”
Adik: “oke deh kak, aku ikut aksi :)”
Saya: “Nah, gitu dong :)”
Siangnya sepulang aksi..
Adik: “Kakak, aku capek, mau istirahat dulu..”
Saya: “Bukannya ada kuliah sore dek?”
Adik: “Iya, ada. Tapi aku capek, tadi aksinya panas banget.. heuheu :(”
Saya: “Iya.. yang sabar ya, insyaallah dibalas pahala yang berlimpah oleh Allah. Supaya kamu tidak terlalu banyak ketinggalan mata kuliah, jadi harus kuliah dek.. Aktivis kampus itu harus semangat, harus lebih pengorbanannya dibanding teman-teman yang lain :)”
Adik: “Tapi kuliahnya tinggal sebentar lagi nih kak... heu :(”
Saya: “Yaudah, nih.. kakak pinjamin motor biar kamu ga terlambat :)”
Adik: “Wah, terimaksih kakak :). Aku jadi semangat”
Sepulang kuliah..
Adik: “kakak, aku dibilangin item banget wajahnya sama teman-teman... ditanyain baru maen panas dari mana.. heuuuuuu”
Saya: “hah? Iya, sabar ya. Insyaallah nanti di akhirat wajahnya akan putih bersinar” *geli nahan senyum*
Adik: “Ini tuh butuh waktu berbulan-bulan buat mutihin. Jadiin item mah Cuma perlu beberapa jam aja kak, heuheu... :(”
Saya: “Hitam atau putihnya wajah itu ga dihisab oleh Allah ko’ dek, tapi nanti akan jadi saksi bagaimana kamu membela hak ummat menentang kebijakan dzholim. Trus jawab apa ke teman-teman yang nanyain?”
Adik: “Iya sih, jadi tadi malah asik cerita ke teman-teman gimana jalannya aksi menolak kenaikan harga BBM. Mulai dari aksinya berjalan aman dan tertib, terus tetap menyampaikan sikap menolak kenaikan harga BBM dan solusinya supaya BBM dan pengelolaan negeri ini diatur dengan Syari’ah dan Khilafah :)”
Saya: “Alhamdulillah, jadi teman-temannya bisa tau juga dong walau mereka ga ikutan aksi? :)”
*********
Lain lagi cerita waktu kita mengadakan aksi kecil-kecilan dari kantin satu ke kantin lain di kampus (UI) masih dengan tema yang sama, tolak kenaikan harga BBM. Aksi ini baru pertama kali kita lakukan, kebayang dong gimana nervous-nya.. Karena yang aksi cuma cewe-cewe aja, maka kita milih hari jum’at tanggal 30 maret pukul 11.30 sebagai pilihan. Ini bukan tanpa maksud, karena hari jum’at jam segini waktunya para lelaki melaksanakan sholat jum’at, otomatis sasaran kita adalah cewe-cewe yang lagi pada makan atau nongkrong di kantin. Dan, fakultas yang terpilih untuk kita kunjungi dalam aksi ini adalah:
1. Kantin FMIPA UI (Fakultas Matematika dan Ilmu Pengeahuan Alam)
2. Kantin FIB UI (Fakultas Ilmu Budaya/Sastra) dan..
3. Kantin FISIP UI (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik).

Kita aksi mengenakan seragam jilbab/gamis warna hitam dan kerudung orens. Jadi filosofi dresscode ini menurut teman saya adalah ‘kita sedang berduka karena rencana kanaikan harga BBM, ini diwakili dengan gamis warna gelap (hitam). Dan kita menawarkan solusi terhadap masalah BBM yaitu Syariah Islam, diwakili dengan kerudung warna cerah (orens)’. Walhasil sepanjang jalan dari kosan menuju kampus, dan dari satu kantin ke kantin berikutnya, kita jadi diliatin sama orang-orang. “Omg, nih cewe-cewe kompakan banget pakai bajunya” mungkin seperti itu tanya mereka dalam hati.
Waktu yang mendebarkan pun tiba. Ya Alloooh, tuh orang-orang di kantin ko’ berasa rame banget ya? Dan itu loh, kenapa udah hampir jam 12 masih banyak cowo di kantin? Apa mereka semua non muslim jadi ga ke masjid buat jum’atan? Ya Alloooh, ya Alloooh, help me... keringet dingin nih, mau mulai dari mana ngomongnya..
Jam udah makin menunjukkan 12 lewat banyak, harus.., harus....., harus segera ngomong! Walo keringetan dan dag-dig-dug ga karuan, kudu NGOMONG!! Kudu nyampein tuh fakta-fakta bohong dibalik alasan kenaikan harga BBM.
Bismillah, siap, dan dimulai..
“Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh..” kata saya pakai toa. Ga ada yang jawab. Saya ulangi sambil menanyakan kabar mereka. Tapi, mereka jadi salah tingkah, pura-pura nunduk ga dengar pertanyaan saya. Saya sampaikan, saya dan teman-teman yang bagiin selebaran aksi datang dari mana, dan apa tujuannya. Tanpa mengulur waktu lagi, saya mulai bacakan satu-persatu alasan kita sebagai mahasiswa menolak kenaikan harga BBM. Tiba-tiba, terasa toa suaranya mendem, ga keluar kenceng. Sambil sesekali melihat catatan di tangan, saya mulai kencangkan suara *yang kata teman saya ternyata lebih lantang dari toa*. Perlahan, keberanian itu mulai terkumpul, mulai berani melihat ke orang-orang yang ada di kantin dan semakin mengeraskan suara. Tanpa sengaja terlihat oleh saya seorang bapak (sepertinya dosen) yang berlalu sambil tersenyum memberikan dukungan akan aksi kami siang itu. Tapi, karena fokus dengan catatan yang akan disampaikan dan khawatir ingatan jadi buyar, saya teruskan berorasi sambil jalan mengelilingi pengunjung kantin. Beberapa mahasiswa ada yang mendengarkan orasi kita, membaca selebaran dan poster-poster yang kita bawa, dan ada juga yang nyalain TV buat mantau perkembangan berita penolakan kenaikan harga BBM.
Dan, kesembilan alasan menolak kenaikan harga BBM tersampaikan sudah. Solusi agar BBM diatur dengan Syari’ah dalam naungan Khilafah yang akan membawa kesejahteraan bagi umat manusia (baik muslim dan non muslim) pun sudah tersampaikan. Orasi saya akhiri dengan mengucap takbir, dan dijawab oleh teman-teman aksi dengan ALLAHU AKBAR! Selesai sudah. Oh, masyallah... sepertinya waktunya kurang banyak, hehe :)
Itu cerita di kantin FIB UI, kebetulan saya yang jadi oratornya.
Lain lagi cerita di kantin FISIP UI, yang pasti bukan saya oratornya (kan harus bagi-bagi pahala ke teman-teman yang lain :P). Masih sama, banyak lelaki di kantin, wallahu’alam mereka muslim atau enggak, sy juga ga tahu apa mereka tahu kalau sekarang itu waktunya sholat jum’at. Nah, giliran saya yang bagi-bagiin selebaran ke pengunjung dan penjual di kantin. Tidak ada yang menolak, semua menerima selebaran penolakan kenaikan harga BBM. Bahkan, ada seorang mahasiswa yang merekam dengan video HP orasi dari teman saya.
Akhirnya, aksi diakhiri di Perpus Pusat UI yang baru. Aksi akhir ini dilakukan dengan membagi-bagikan selebaran saja, tanpa ada orasi karena waktu sudah menunjukkan pukul 12.30, jamaah sholat jum’at juga sudah usai melaksanakan kewajibannya. Alhamdulillah, pengalaman yang sangat berkesan. Sebenarnya masih banyak yang ingin dituangkan, namun sepertinya akan lebih nyata bila ikut merasakannya.
#Subhanallah :)
Aksi BBM di kampus cuma ada satu foto aja..
Islam will dominate the world :)

Penundaan kenaikan harga BBM

DPR melalui rapat paripurna yang berakhir Sabtu dini hari (31/3) mengesahkan UU APBN-P 2012. Diantaranya DPR memutuskan pasal 7 ayat 6 dengan disertai tambahan ayat 6a. Keputusan itu dipersepsikan sebagai penolakan atas kenaikan harga BBM. Sesuai ayat 6a itu, harga BBM per 1 April tidak naik. Bagaimana awal Mei, Juni, Juli dan seterusnya nanti?


Bukan Menolak, Tapi Menyetujui Kenaikan Harga BBM
Masyarakat harus paham bahwa kenaikan harga BBM bukan dibatalkan. Kenaikan harga BBM itu hanya ditunda. Betul pada 1 April lalu, harga BBM tidak bisa dinaikkan. Tapi awal Mei, atau awal Juni dan seterusnya, harga BBM boleh dan sah dinaikkan oleh pemerintah jika syarat di pasal 7 ayat 6a UU APBN-P 2012 terpenuhi.


Di dalam UU APBN-P 2012 yang diputuskan oleh DPR itu dinyatakan pasal 7 ayat 6:


harga jual eceran BBM bersubsidi tidak mengalami kenaikan. Ayat 6.a : Dalam hal harga rata-rata minyak Indonesia (Indonesia Crude Oil Price/ICP) dalam kurun waktu berjalan mengalami kenaikan atau penurunan rata-rata sebesar 15 persen dalam 6 bulan terakhir dari harga minyak internasional yang diasumsikan dalam APBN-P Tahun Anggaran 2012, pemerintah berwenang untuk melakukan penyesuaian harga BBM bersubsidi dan kebijakan pendukung.

Dalam UU APBN-P 2012 itu, DPR dan pemerintah menetapkan asumsi harga minyak (Indonesia Crude Price/ICP) baru sebesar US$ 105 perbarel dari sebelumnya US$ 90 per barel di APBN 2012. Ayat 6a itu mengamanatkan, jika rata-rata ICP enam bulan terakhir lebih tinggi atau lebih rendah 15%, dari harga minyak yang diasumsikan yaitu USD 105 perbarel, pemerintah bisa menaikkan atau menurunkan harga BBM subsidi. Artinya jika rata-rata ICP enam bulan terakhir minimal USD 120,75 maka harga BBM boleh dan sah langsung dinaikkan sesuai keinginan pemerintah.

Berdasarkan data Kementerian ESDM, nilai rata-rata ICP untuk enam bulan ke belakang rinciannya adalah, ICP Oktober 2011 US$ 109,25 per barel, November 2011 US$ 112,94, Desember 2011 US$ 110,70, Januari 2012 US$ 115,90 per barel, Februari 2012 US$ 122,17 per barel, dan Maret 2012 US$ 128 per barel. Maka, rata-rata ICP enam bulan ke belakang per 1 April adalah US$ 116,49 per barel, artinya kenaikan rata-rata ICP masih 10,94% dari ICP asumsi di APBN-P 2012 sebesar US$ 105 per barel. Sehingga harga BBM tidak bisa naik pada 1 April 2012 seperti yang direncanakan pemerintah.

Tidak dinaikkannya harga BBM pada 1 April lalu itu tidak final, tetapi hanya sementara. Wamen ESDM Widjajono Partowidagdo seperti dikutip kompas.com (31/3/2102) mengatakan:

“Pokoknya asal enam bulan, dari mana saja. Kalau sekarang enggak mungkin. Enam bulan sekarang belum mencapai 15 persen. Kalau Mei enam bulan ke belakangnya sudah 15 persen (harga BBM) naik. Mei juga bisa naik. Kalau jeblok harga minyaknya, ya langsung (naik)”.


Pada 1 Mei nanti, jika rata-rata ICP enam bulan ke belakangnya sudah USD 120,75 perbarel, maka harga BBM akan dinaikkan. Artinya jika rata-rata ICP pada April ini mencapai USD 134,64 perbarel maka pada 1 Mei nanti harga BBM langsung dinaikkan. Jika melihat rata-rata ICP pada bulan Maret yang mencapai USD 128 perbarel, bukan tidak mungkin harga minyak dunia akan terus naik sebab ketegangan di Timur Tengah masih terus terjadi, krisis Suriah belum juga mereda, ketegangan tentang Iran dan selat Hormuz juga masih ada. Bahkan menurut berita terakhir, sinyal perekonomian Amerika Serikat yang tumbuh juga turut menaikkan harga minyak dunia (lihat, bisniskeuangan.kompas.com, 3/4).

Jika angka rata-rata ICP April kurang dari USD 134,64 perbarel, harga BBM per 1 Mei tidak naik. Tapi itu juga hanya sementara. Jika rata-rata ICP pada April dan Mei bertahan seperti rata-rata ICP Maret pada angka USD 128 perbarel, maka rata-rata ICP enam bulan ke belakang per 1 Juni (Desember, Januari, Februari, Maret, April ,Mei) akan mencapai USD 122,13 artinya lebih tinggi 16,3 % dari ICP yang diasumsikan di APBN-P. Jika itu terjadi maka harga BBM pada 1 Juni langsung naik.

Jika itu tidak terjadi dan harga BBM per 1 Juni tidak naik, maka itu juga bersifat sementara. Berikutnya pada 1 Juli bisa dihitung lagi rata-rata ICP enam bulan ke belakang dan jika mencapai USD 120,75, harga BBM boleh dan sah untuk langsung dinaikkan. Begitu seterusnya, sampai akhir tahun anggaran 2012.

Jika melihat perkembangan harga minyak, hampir bisa dipastikan harga BBM akan naik pada tahun ini. Semua itu karena ketentuan ayat 6a UU APBN-P yang diputuskan oleh rapat paripurna DPR itu. Karenanya, keputusan DPR itu bukan keputusan menolak dan menutup kemungkinan kenaikan harga BBM. Akan tetapi justru sebaliknya, keputusan itu adalah keputusan menyetujui kenaikan harga BBM jika syaratnya terpenuhi.

Konsekuensi dari keputusan DPR itu, masyarakat akan dihantui oleh “ancaman” kenaikan harga BBM setiap awal bulan. “Ancaman” yang berulang itu tentu akan menjadi beban baru bagi masyarakat. Bisa jadi hal itu akan mempengaruhi tingkat depresi di masyarakat. Disamping itu, masyarakat menghadapi situasi yang tidak pasti. Situasi seperti itu menyulitkan itu para pelaku usaha untuk membuat keputusan. Tapi yang jelas, dengan kondisi harga BBM diambangkan seperti itu, maka harga-harga barang yang sudah naik saat ini tidak akan turun. Dan jika pada saatnya nanti harga BBM dinaikkan, harga-harga itu juga masih berpotensi untuk naik lagi.

Mengokohkan Liberalisasi
Keputusan rapat Paripurna DPR Sabtu dini hari lalu, alih-alih menyelesaikan kemelut persoalan BBM, tapi sebenarnya justru menegaskan makin kokohnya liberalisasi ekonomi dan liberalisasi migas di negeri ini. Indikasinya:

Pertama, DPR dan pemerintah telah secara bulat meletakkan migas sebagai komoditas semata-mata yang dalam penetapan harga (pricing policy) benar-benar mengikuti harga internasional atau harga pasar. Akibatnya, segala bentuk perhitungan juga akan mengacu ke sana. Disitulah problema di seputar berapa sebenarnya harga produksi, harga jual, dan berapa sebenarnya subsidi (dan apakah tepat istilah subsidi itu) akan terus berlanjut yang membuat persoalan BBM ini menjadi tidak terurai secara jernih.

Kedua, ketidakberdayaan akibat Indonesia sekarang telah menjadi negara nett importir, sehingga kenaikan harga minyak dunia seolah menjadi bencana. Semestinya bila Indonesia bisa kembali menjadi nett exportir dengan menjaga tingkat produksi seperti dulu (pernah di atas 1,5 juta barel per hari) yang di atas kebutuhan dalam negeri, maka setiap peningkatan harga minyak dunia akan menjadi berkah.

Tapi usaha untuk meningkatkan produksi minyak mentah terganjal oleh fakta bahwa sekarang, akibat liberalisasi sektor hulu migas, sumur-sumur minyak telah dikuasai penuh oleh perusahaan swasta asing. Pemerintah, dalam hal ini BP Migas, terbukti tidak mampu mengontrol tingkat lifting. Yang aneh, di tengah situasi global yang sangat kondusif dimana harga minyak terus meningkat dan teknologi yang semakin canggih, tapi lifting justru terus menurun. Oleh karena itu, semestinya DPR tidak boleh terjebak sekadar membicarakan harga BBM dan segala hal terkait di sektor hilir, tapi juga harus mempersoalkan sektor hulu sedemikian sehingga sumur-sumur minyak kembali dikuasi penuh oleh negara.

Ketiga, keputusan DPR itu sejatinya hanya menunjukkan kemenangan doktrin ekonomi pasar. Hal itu makin menegaskan, pemerintah dan DPR makin penuh mengadopsi sistem ekonomi kapitalisme neo liberal. Karena itu, makin kokohnya liberalisasi migas ini sebenarnya hanyalah penegasan dan konsekuensi logis dari makin kokohnya sistem ekonomi kapitalisme neo liberal di negeri ini melalui tangan pemerintah dan DPR.


Sebuah Seruan: Wahai Kaum Muslimin..
Keputusan rapat paripurna DPR itu, dipersepsikan sebagai penolakan atas kenaikan harga BBM. Tapi terlihat jelas, keputusan itu justru memberi persetujuan dan legalisasi atas kenaikkan harga BBM jika syaratnya terpenuhi.

Itu bisa dinilai sebagai tipuan, kezaliman dan kebohongan baru disamping semua yang sudah ada yang bersumber dari pemerintah. Dalam hal itu kaum muslimin haram untuk mendukungnya. Rasul saw bersabda:

« إِنَّهَا سَتَكُونُ أُمَرَاءُ يَكْذِبُونَ وَيَظْلِمُونَ فَمَنْ صَدَّقَهُمْ بِكَذِبِهِمْ وَأَعَانَهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ فَلَيْسَ مِنَّا وَلَسْتُ مِنْهُمْ وَلاَ يَرِدُ عَلَىَّ الْحَوْضَ وَمَنْ لَمْ يُصَدِّقْهُمْ بِكَذِبِهِمْ وَلَمْ يُعِنْهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ فَهُوَ مِنِّى وَأَنَا مِنْهُ وَسَيَرِدُ عَلَىَّ الْحَوْضَ »
Sungguh akan ada para pemimpin yang berbohong dan berbuat zalim, maka siapa saja yang membenarkan kebohongan mereka dan menolong mereka dalam kezaliman mereka maka dia bukan golongan kita dan aku bukan golongan mereka dan dia tidak akan masuk telaga al-hawdh bersamaku. Sebaliknya siapa saja yang tidak membenarkan kebohongan mereka dan tidak menolong mereka dalam kezaliman mereka maka ia bagian dariku dan aku bagian darinya dan ia akan masuk telaga bersamaku (HR Ahmad)

Migas serta kekayaan alam yang melimpah lainnya dalam pandangan Islam merupakan barang milik umum yang pengelolaannya harus diserahkan kepada negara untuk kesejahteraan rakyat. 

Oleh karena itu, kebijakan kapitalistik, yakni liberalisasi migas baik di sektor hilir (termasuk dalam pricing policy) maupun di sektor hulu (yang sangat menentukan jumlah produksi migas setiap hari), juga kebijakan zalim dan khianat ini harus segera dihentikan. Sebagai gantinya, migas dan SDA lainnya harus dikelola sesuai dengan syariah.

Jalannya hanya satu, melalui penerapan syariah Islam secara kaffah dalam bingkai Khilafah Rasyidah ‘ala minhaj an-nubuwah. Wallâh a’lam bi ash-shawâb. []

source: Al Islam 601, hizbut-tahrir.or.id


Notes:
Pembaca yang budiman, tulisan diatas adalah sedikit analisa tentang fakta pembatalan kenaikan harga BBM per tanggal 1 April 2012 yang saya copast dari satu sumber. Mungkin lebih tepat kalau disebut penundaan kenaikan harga BBM. Namun, apakah kita senang? Ternyata jika syarat di pasal 7 ayat 6a UU APBN-P 2012 terpenuhi, maka masyarakat Indonesia akan dihantui dengan kenaikan harga BBM setiap awal bulan tanpa harus dirapatkan lagi oleh DPR. Kebayang ga sih kalau DPR telah membuat suatu undang-undang yang nantinya akan menghalalkan suatu kebijakan dzholim terhadap rakyat???? Kalau dulu penguasa orde baru bisa diturunkan karena salah satu kebijakannya menaikkan harga BBM yang melanggar undang-undang, maka saat ini justru pemerintah sudah terlebih dahulu membuat undang-undang yang akan melegitimasi kebijakannya. Sehingga, pemerintah tidak  bisa diturunkan karena kebijakan dzholim menaikkan harga BBM, sebab hal itu tidak menyalahi konstitusi, atau kebijakan tersebut telah sesuai dengan undang-undang. Astaghfirullahal’adzim...

Udah deh, kalau katanya seven icon: “gak, gak, gak level...gak, gak, gak level...aku gak level sama...--> Pemerintahan Sekuler Kapitalistik.” Titik.

BBM naik atau tidak, sesungguhnya kita tetap harus berjuang untuk mengembalikan hukum-hukum Allah agar tegak dimuka bumi ini, dan hidup kita pun menuai keberkahan, dunia wal akhirat. Ya, hidup pasti akan sejahtera dibawah naungan Syari’ah dan Khilafah. Amin ya Robbal ‘alamin... :)

(lagi) Aksi Akbar menolak kenaikan harga BBM (Kamis, 29 Maret 2012 @ Istana Merdeka), tidak akan berhenti berjuang sampai tegaknya kembali kehidupan Islam :))

Berjuang bersama itu indah kawan :D (Kamis, 29 Maret 2012 @ Monas)

Aksi kita penolakan kenaikan harga BBM di Kampus UI: dari kantin FMIPA UI, ke kantin FIB UI, dan berakhir di kantin FISIP UI :))


 #SiapaYangMauIkut? :)

Rabu, 21 Maret 2012

Foto Aksi Damai "Tolak Kenaikan Harga BBM" serentak di seluruh Indonesia


Aksi dilakukan pada hari Selasa, 20 Maret 2012

Pagi-pagi di Depok sebelum naik bis ke DPR RI: foto dulu :D


Nyampe di DPR RI, sebelum aksi dimulai foto lagi :)

Wah, subhanallah mba era.. semangat mengibarkan panji Rasulullah :))

"Kenaikan BBM: Aspirasi Rakyat? BOHONG!!! ~ Syari'ah dan Khilafah Solusinya"

"Selamatkan BBM milik Rakyat dengan Syari'ah dan Khilafah" by **ly (katanya ga mau di publish namanya :D)

Ibu-ibu peserta aksi tolak kenaikan BBM. Semangat bu, bersama kita berjuangtegakkan Syari'ah dan Khilafah. Allahu Akbar!!!










FOTO-FOTO LAIN DARI LIPUTAN MEDIA
Selain di Jakarta, Aksi serupa juga dilakukan di berbagai daerah di Indonesia
HTI mendesak DPR tidak mengesahkan harga baru BBM yang diusulkan pemerintah. detikFOTO -Jakarta-

HTI Gelar Demo Tolak Kenaikan Harga BBM. (Tribunnews.com) -Jakarta-

Muslimah HTI Sumsel Tolak Kenaikan BBM. (Sriwijaya Post) -Palembang-

Massa yang tergabung dalam Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Soloraya saat menggelar aksi di Bundaran Gladak, Solo, beberapa waktu lalu. (Jogja.com) -Solo-





Senin, 12 Maret 2012

Diskusi di Jejaring sosial ttg kenaikan harga BBM

http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2012/02/img_0462.jpg

Silahkan dibaca... kutipan singkat diskusi sy pd tanggal 23 februari 2012 pukul 11.07 wib dengan seorang teman di social-media (http://www.plurk.com/Fatmahramadhani) ttg kenaikan Harga BBM awal bulan april nanti, silahkan dibaca.. :)
Saya: Penrhyn
Teman saya:  bangcodot©


*****

Penrhyn shares
POLLING: Pemerintah akan melaksanakan program pembatasan BBM Bersubsidi mulai 1 April 2012. Bagaimana sikap Anda ?

bangcodot©
mo gimana lagi? emang rakyat kecil bisa apa?

Penrhynsays
kalo menurut bangcodot© kita bisa apa?

bangcodot©
yg jelas kita BISA!!!!!

bangcodot©
BISA mendirta...

Penrhynsays
minimal kita menolak program zhalim ini

bangcodot©
yg bingung ini orang seperti saya, miskin tidak, kaya juga tidak.

bangcodot©
kalo orang miskin dapet bantuan BLT

bangcodot©

sedangkan orang kaya gak masalah dengan BBM

bangcodot©
gimana nasib yg ditengah2 ini?

bangcodot©
bukan cuma dibatasi, tapi juga harganya mau naik denger2.

bangcodot©

@Penrhyn: percuma saja menolak, pemerintah skrg itu Tuli, Bisu dan Buta.

Penrhynsays
setau saya tidak ada kata percuma

bangcodot©
buktinya, meski menuai protes, tetap saja presiden beli pesawat

bangcodot©

ngutang pula.

Penrhynsays
sy juga tidak kaya, juga tidak terlalu miskin tapi mau bersuara untuk menolak kebijakan ini

bangcodot©

caranya?

Penrhynsays
membentuk kesadaran di tengah2 masyarakat akan kezholiman penguasa, BBM ini salah satunya

bangcodot©

nanti dikira provokator dong?

Penrhynsays

dari kesadaran itu akan membuat masyarakat tidak memberi kepercayaan thd pemerintah

Penrhynsays
kalo sudah tidak percaya pd sistem pemerintahan yg ada, masyarakat akan beralih ke sistem pemerintahan lain

bangcodot©
jadi sistem kerajaan lagi?

Penrhynsays

saya tawarkan solusi >>>> terapkan Syariat Islam dlm naungan Khilafah yg akan menyenyejahterakan ummat manusia.

Penrhynsays

bukan kerajaan, tapi sistem KHILAFAH ISLAMIYAH

Penrhynsays

Udah pernah dengat belum bang?

bangcodot©

barusan....

bangcodot©  

tapi bagaimana caranya?

bangcodot©

menyadarkan orang2 itu bukan perkara mudah lho?

Penrhynsays
simpel, Dakwah tanpa kekerasan spt yg dilakukan rasulullah

Penrhynsays

memang tidak mudah, sy juga sadar itu

Penrhynsays

tapi kalo kita meniru contoh sukses baginda rasul, apa yg tidak mungkin ?

Penrhynsays

mw jadi provokator? boleh2 aja, bukankah provokator itu intinya ngomong buat membentuk kesadaran ke orang2?

Penrhynsays

tapi, provokator yg ga anarkis, dan ga melanggar syari'at

bangcodot©

berat.

bangcodot©
ini tugas berat.


Penrhynsays
berat tapi bisa d^^b

bangcodot©
harusnya para ulama yg melakukannya.

Penrhynsays

bukan cuma ulama, tapi seluruh umat

bangcodot©

sbagai rakyat kecil saya tidak punya cukup ilmu untuk berdakwah.

Penrhynsays

intelektual kampus, pakar, tokoh masyarakat, ulama, mahasiswa, pedagang, polisi, semuaaaa wajib memperjuangkan tegaknya
Syariah dan Khilafah

Penrhynsays

gampang lagi bang kalo kekurangan bekal

Penrhynsays

tinggal menuhin bekal aja khan? hehe

bangcodot©

Penrhynsays
apa coba? gimana caranya menuhin bekalnya?

bangcodot©
tolabul ilmi lah...

Penrhynsays

ilmi yang seperti apa tuh bang?

bangcodot©
hehehe... gak tau.

Penrhynsays

cobalah membuka diri pada kajian2 yang mengajak pada kebangkitan ummat, persatuan ummat, Islam ideologis, islam politik, dst.

Penrhynsays
bicara membangkitkan umat, maka harus ngomongin perbaikan masyarakat

Penrhynsays

kalo bicara membangkitkan individu berbeda dg membangkitkan masyarakat

bangcodot©

oalah... boro2 mikirin masyarakat, mikirin keluarga sendiri aja dah mumet.

Penrhynsays

nah, ini nih salah satu pemikiran yang mengganjal kebangkitan ummat

Penrhynsays  

permasalahan keluarga juga bagian dari permasalahan ummat

bangcodot©

ya memang begitu mayoritas masyarakat di negri ini, mereka lebih mementingkan urusan keluarganya dulu.

Penrhynsays
solusi dari permasalahan ummat pasti juga jadi solusi buat masalah keluarga bukan?

bangcodot©
lihat saja orang yg menyuarakan suara melalui aksi demonstrasi, saya tidak yakin kalo orang2 itu orang susah/miskin.

bangcodot©
orang miskin mendingan kerja, cari duit, buat makan anak istri.

Penrhynsays
kalo orientasinya hanya di seputar masalah individu dan keluarga, maka usahanya pun sekedar level individu dan keluarga

Penrhynsays
namun, jika orientasinya membangkitkan ummat/masyarakat, maka usahanya pasti akan lebih besar dibandingkan level sebelumnya

bangcodot©
kalo sampeyan mo berjuang membentuk Khalifah Islamiyah ya silahkan saja, kalo memang itu yg terbaik untuk negri ini.

bangcodot©
tapi susah mba.

bangcodot©

karena masyarakat kita itu banyak yg lapar.

bangcodot©
perut kalo laper boro2 mikir.

bangcodot©
boro2 mikir politik maksudnya.
Penrhynsays
terkadang banyak juga yang perutnya kekenyangan malah ngantuk dan malas mikirin ummat, wong mereka udah makmur

Penrhynsays
kaya atau miskin sebenarnya bukan masalah utama

bangcodot©
saya pribadi sudah gak peduli, siapa yg jadi presiden, siapa yg jadi mentri. toh sama saja gak ada pengaruhnya buat saya.

Penrhynsays
sy juga muak dengan sistem demokrasi-kapitalisme yang dipaksakan oleh mereka di negeri ini

bangcodot©
dulu rakyat mendukung gerakan reformasi, tapi mana akhirnya?

bangcodot©
rakyat tuh trauma.

bangcodot©
makanya rakyat seperti saya, dah gak tertarik lagi ma politik.

bangcodot©
bagi kami (saya dan tetangga sekitar) politik itu tak beda jauh dengan sinetron.

bangcodot©
penuh rekayasa.

Penrhynsays
harus cermat, reformasi itu hanya mengganti orang2nya saja. orang2 baru tsb akan tetap melanjutkan sistem demokrasi-kapitalis yg ada

Penrhynsays
politik yg dijelaskan barusan adalah politik sistem kapitalis/demokrasi: culas, penuh rekayasa, spt sinetron. ujung2nya rakyat yg jd korban

Penrhynsays

jadi, menurut saya, tidak akan ada perubahan apa2 kalo hanya ganti2 orang saja

bangcodot©
intinnya, ini tugas berat mba, mba sendiri ngerasain khan betapa sulitnya menyadarkan saya? apalagi menyadarkan orang banyak.

Penrhynsays
dari proklamator, jendral, kyiai, ibu rmh tangga, tekhnokrat, sampai doktor pernah memimpin negeri ini. tapi hasilnya sama saj.

Penrhynsays
khan dari proses penyadaran itu memang harus terjadi perdebatan pemikiran

Penrhynsays

dg menyadari buruknya keadaan kt saat ini, maka fitrahnya manusia akn mcari keadaan yg lebih baik, solusinya adlh hidup dlm naungan ISLAM

Penrhynsays

oke dilanjutkan lain waktu, hrs ke wisma antara monas, ada acara HIP
ttg Skandal Century, Wisma Atlet, Money Politic Demokrat: SBY Terlibat?

*****

source: http://www.plurk.com/Fatmahramadhani